Showing posts with label Berita Filariasis. Show all posts
Showing posts with label Berita Filariasis. Show all posts

Survey Remapping Filariasis di Jakarta Selatan

Geliat penanggulangan filariasis juga diikuti oleh Provinsi DKI Jakarta. Provinsi ini menindaklanjuti adanya kasus kronis filariasis dengan melakukan survei darah jari hingga survey remapping filariasis. Terdapat 30 sekolah dasar menjadi lokasi survei remapping dan 464 siswa kelas 4, 5 dan 6 yang menjadi sampel. 

Madia Promosi Filariasis di Indonesia

Pengendalian penyakit tidak hanya berbasis kuratif maupun rehabilitatif. Lebih dari itu yang terpenting adalah peningkatan upaya Preventif dan Promotif. Begitu pula Pengendalian Filariasis di Indonesia. Tingginya pengetahuan masyarakat akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut dalam proses pengendalian penyakit itu sendiri. Konsep tersebut terdapat juga dalam Pengendalian Penyakit Filariasis di Indonesia. Berbagai media promosi dibuat dengan harapan dapat menyentuh rasa ingin tahu masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan kesadarannya akan penanganan Filariasis.

Selain media promosi untuk masyarakat, Pengelola Program Filariasis diharapkan mampu menyediakan media promosi untuk pengambil keputusan di daerah. Hal ini juga penting karena sebagian besar pengambil keputusan di daerah belum banyak yang mengetahui tentang filariasis.  

Berikut contoh Media Promosi Filariasis :
7. Leaflet Filariasis
8. Kaos Filariasis
9. Phooto Booth
10. Film Filariasis judul "aku anak kaki gajah"
11. Poster Filariasis
12. Factsheet Filariasis
13. Buku Saku Kader Filariasis

Anda dapat mengganti logo sesuai dengan kondisi di tempat anda. 

Survei Penilaian Penularan (Transmission Assessment Survey/TAS) Filariasis di Kabupaten Kapuas

Survei Penilaian Penularan (Transmission Assessment Survey/TAS) Filariasis tahap ke-2 di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Selatan.

Tanggal Pelaksanaan : 31 Agustus - 4 September 2015.

Sumber Dana : RTI International-Envision (USAID)

Petugas : RTI International-Envision, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, BTKL Banjarbaru.

Hasil : Pemeriksaan menggunakan Brugia rapid ditemukan 60 siswa positif dari 1,558 siswa yang diperiksa.

Lokasi Survei : 51 sekolah dasar terpilih ditambah 2 SD cadangan. Tingkat absensi sebesar 14% karena sedang musim panen dan juga sulitnya akses ke sekolah.

Kesimpulan : Masih ditemukan adanya penularan (transmisi) Filariasis di Kabupaten Kapuas.

Rekomendasi : Perlu dilakukan POPM Filariasis selama 2 tahun lagi.



Perhitungan Kebutuhan Obat Program Filariasis

Eliminasi Filariasis di Indonesia telah dijalankan sejak tahun 2002 melalui kebijakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis. Dalam pelaksanaan POPM Filariasis seluruh masyarakat yang tinggal disetiap kabupaten/kota endemis filariasis wajib untuk minum obat filariasis.


Rumus Perhitungan Kebutuhan Obat Program Filariasis
Pada Pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis

Nama Obat


Rumus Hitung Kebutuhan

Diethylcarbamazine (DEC)

Jumlah Penduduk x 2.75


Albendazole

Jumlah Penduduk X 1.1


Data Jumlah Penduduk di Indonesia dapat Klik Disini.

Contoh : 

Kabupaten X memiliki jumlah penduduk 200.000 jiwa. Berapa kebutuhan obat Program Filariasis untuk mendukung pelaksanaan POPM Filariasis. 

Jawaban : 

Kebutuhan Diethylcarbamazine (DEC) : 200.000 jiwa x 2,75 = 550.000 tablet Kebutuhan Albendazole : 200.000 jiwa x 1,1 = 220.000 tablet.

Bila daerah anda telah melaksanakan POPM Filarisis di tahun sebelumnya maka perhitungkan pula sisa stok obat yang ada. Anda harus meminta obat ke Pemerintah Pusat setelah memperhitungkan stok obat yang ada.

Cara Perhitungan Permintaan Obat ke Kementerian Kesehatan RI
Dalam Rangka Pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis

NAMA OBAT
SISA STOK (tablet)
KEBUTUHAN
(tablet)
PERMINTAAN
(tablet)

Diethylcarbamazine (DEC)

20.000

550.000

530.000

Albendazole


54000

220.000

166.000

Menteri Minum Obat Pencegahan Penyakit Kaki Gajah

Suatu langkah yang sangat bagus dan tepat dalam upaya untuk menjadikan Indonesia bebas Penyakit Kaki Gajah / Filariasis. Hal itu dibuktikan oleh Menteri Koordinator PMK Puan Maharani dan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek berserta jajarannya, secara bersama-sama minum obat pencegahan penyakit kaki gajah. 

Minum obat bersama tersebut sekaligus menepis anggapan sebagian orang terhadap keamanan obat filariasis.